Tentang Kamu

Aku sendiri tak mengerti bahasa hati

Bagaimana caranya agar dapat kuterjemahkan dengan mudah

Terutama jika itu tentangmu

Bagaimana aku mengartikannya?

Kamu โ€ฆ

Melihatmu sekilas mampu memicu frekuensi detak jantungku.

Dan sekarang,

Aku merindukanmu …

Kamu yang bukan milikku.

 

Medan, 12 November 2017

 

Iklan

Catatan “15 Pondasi Aqidah yang Benar”

Catatan Daurah Ustadz Dr. Aspri Rahmat
Oleh : Umm. Luqman

๐Ÿ”†๐Ÿ”†๐Ÿ”†๐Ÿ”†๐Ÿ”†๐Ÿ”†
15 Pondasi Aqidah yg Benar

(Diambil dari kitab: Teguhnya aqidah salaf dan selamatnya dari penyimpangan ~ Sheikh Abdur Rozaq)

๐ŸŒท Aqidah adalah pembahasan pembahasan agama yg mesti dibuhul di dalam hati (keyakinan)

๐Ÿ€ “Sesungguhnya Aqidah yg murni yang diambil Al Qur’an dan Sunnah menempati kedudukan yg tinggi, ibarat pondasi bagi sebuah bangunan, atau ibarat jantung bagi sebuah tubuh, atau ibarat akar bagi sebatang pohon.
“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana perumpamaan kalimat yang baik (kalimat tauhid) seperti pohon yg baik, akarnya kuat dan cabangnya ke langit”. ( QS Ibrahim : 24)
*Sheikh Abdur Rozaq*

๐Ÿ Dan penanaman Aqidah yg kokoh telah dicontohkan oleh kaum Muhajirin, dimana mereka tidak goyah meski harus mempertaruhkan nyawa, meski mereka diusir dari kampung halaman mereka, bagi mereka Aqidah tidak bisa ditukar dgn apapun. Terbukti tidak ada satupun yg murtad dari mereka.

๐ŸŒบ Bahkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sering menanamkan Aqidah secara langsung. Seperti kepada Abdullah bin Mas’ud
” Wahai anak, … Jika engkau meminta mintalah kepada Allah, ..” ini merupakan contoh bagaimana nabi shalallahu alaihi wassalam menanamkan Aqidah kepada umatnya.

lalu bagaimana para sahabat Radhiallahu Anhum dapat mempertahankan aqidah mereka dan selamat dari penyimpangan?

Berikut 15 Pondasi agar dapat mempertahankan aqidah yg shohih:

ย  Berpegang teguh dgn Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Meyakini dgn sepenuh hati bahwa tidak ada satupun yg boleh ditinggalkan dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Meyakini bahwa Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah sempurna dan tidak ada kekurangan di dalamnya.

Merujuk kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ketika terjadi perselisihan.

Bersihnya hati dari pemikiran menyimpang atau tetap diatas fitrah yg lurus.
Fitrah adalah kesiapan jiwa manusia menerima apa yg Allah turunkan.

Sehatnya akal.
Ciri akal yg sehat adalah menempatkan akal pada tempatnya bukan menjadikannya tolak ukur kebenaran.

Tenang dengan Aqidah yg lurus. Karena Aqidah yg benar akan mendatangkan ketengan.

Keterkaitan pemahaman mereka dengan pemahaman para sahabat

Bersikap pertengahan tidak terlalu extrim (ghuluw) tidak pula bemudah mudahan.

Tidak mendahulukan akal dalam memahami Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Baiknya hubungan dengan Allah dan besarnya keterkaitan dgn Allah. (Memperbanyak ketaatan dan memperbanyak doa doa yg disyariatkan)

Menjadikan Aqidah sebagai pelembut hati bukan sebagai objek perdebatan

Meyakini bahwa pembahasan Aqidah adalah sesuatu yg baku tidak akan berubah sampai akhir zaman.

Mengambil pelajaran dari kesesatan orang lain agar tidak ikut terjerumus kedalamnya.

Bersatu dan tidak berpecah belah sesama kaum muslimin.

๐Ÿ“•Semoga bermanfaat, dan bisa kita amalkan
Baarakallahu fiikum
๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚

Download materinya di bawah ini :

15-faktor-penunjang-aqidah[1]

Seberapa Dekatkah Kau Dengannya?

Seberapa Dekatkah Kau Dengannya?

 

Seberapa dekat kau dengannya? Sehingga ketika kau jauh, kau akan merindukannya.

Seberapa sering kau membacanya? Hingga dalam benakmu adalah kalamNya.

Seberapa sering kau mentadabburinya? Hingga kau dapat merenungi dan mengamalkannya.

Atau …

Kau dimabukkan oleh keindahan dunia yang fatamorgana.

Membuatmu lupa, siapa dirimu sebenarnya.

Al-quran tak lagi kau baca

Pikiranmu terhipnotis oleh dunia.

Kita adalah jiwa – jiwa yang haus hidayahNya

Jika tidak genggam Al-qu’ran, akan jadi apa?

Jika tidak mencintai Al-qu’ran, bagaimana akhirnya?

 

“Dan sungguh, Al-Qu’ran itu benar-benar suatuย  peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban.” (Az-Zukhruf : 44)

“Wahai manusia ! sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus : 57)

 

Iqra, bacalah Al-qur’an selagi napas masih berembus.

 

 

 

 

Tanpa Kata

Tanpa Kata

kita bertemu lagi
dan rasanya waktu sekejap berhenti
kau dengan tingkah canggungmu
tanpa senyum yang terpatri
lalu ..
aku hanya tertunduk malu
menutupi wajah seolah takut tertangkap basah
tertangkap mata tajam dan teduhmu
yang masih terekam jelas diingatanku

13 September 2017

Review Novel “Chartreuse” by Ida R Yulia

Judul : Chartreuse 2004

Penulis : Ida R yulia

Penerbit : Multisia Tenan Jaya

Tahun Terbit : Juli 2017

Jumlah hlm : 347 hlm

 

Alexander Aranda hanyalah seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang lugu. Berasal dari Honduras dengan Ibu asli Indonesia, ia memiliki ciri khas fisik yang istimewa dan menonjol. Perpaduan Amerika Latin dan Asia yang sempurna, dengan kulit putih bersih, wajah rupawan, mata hitam teduh yang juga mencerminkan karakter halus. Lingkungan tempat tinggalnya di San Pedro Sula tak memungkinkan dirinya bermain bebas dengan teman-teman sebaya karena menjadi basis dua geng besar. Meski demikian, ia tidak merasa tertekan atau takut, Karena salah satu ketua geng ternama tersebut adalah sang paman sendiri.

Sebenarnya Alexander cukup kesepian tiap kali berada di rumah. Papa semakin sibuk mengurus penelitian universitas, mama sudah repot dengan kehadiran adik bayi, dan kakak perempuannya, Elisa sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan di luar. Celah di mana ia membutuhkan perhatian akhirnya diambil alih oleh sang paman, yang tanpa ia sadari, menghancurkan dirinya secara perlahan.

Alexander tidak tahu, paman yang ia banggakan diam-diam merupakan pedofil akut. Merekrut banyak anak kecil untuk dijadikan pemuas nafsu sebelum diinisiasi masuk ke geng, dan dirinya menjadi target utama pria itu.

***

Membaca novel ini seperti menonton film. Novel ini bercerita tentang seorang Alexander yang terjebak dalam dunia yang gelap, terjerumus pada jurang yang dibuat oleh Marco, pamannya yang juga seorang ketua geng.

Alexander awalnya tidak menyadari, bahkan saat seorang sahabatnya Chacho memperingatinya untuk menjauhi Marco, Alexander tidak menanggapinya. Dia tetap berada di kubu pamannya.

Saat semua menjadi semakin rumit, Alex sadar bahwa penjahat sebenarnya adalah Marco, pamannya. Namun saat kebenaran ingin diungkapkan, kepercayaan itu terasa mahal, hanya Elisa yang mendengar dan mempercayainya.

Ending dari novel ini benar-benar mengoyak perasaaan, menguras air mata. Ah, bagaimana aku harus mengatakannya? Aku nggak bisa menceritakannya di sini.

Novel ini memiliki alur yang sangat mengalir dengan pemilihan diksi sederhana tapi tetep keren. Karakternya bisa langsung terbayangkan, anti bosan. Good Job deh buat penulis favorite kak Ida R Yulia.

Jadi buat kalian yang penasaran, yuk dibaca novelnya!

Kejahatan dibalik topeng pangeran, kebohongan bisa jadi boomerang, kepercayaan bisa jadi mahal.

Rating : 4

Salah satu dialog yang aku kutip dari novel ini :

โ€œAku tahu betapa berartinya teman bagi kita.โ€

โ€œAkan tetapi, jika dia berbuat salah, ada waktunya kita menegur. Kalau tak ada keberanian ataupun kita enggan karena dia dekat dengan kita, tak apa jika kita meminta bantuan pada orang lain, mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dan tidak disimpan sendiri.โ€ (Halaman : 189)

Terakhir aku mau bilang,

Kita selalu butuh yang namanya pendengar. Meskipun kita terkadang merasa sanggup sendirian, tapi sebenarnya kita butuh orang lain untuk mendengarkan keluh kita.

 

 

 

 

 

Review Novel “Totto-chan”

Judul : Totto-Chan * Gadis Cilik di Jendela

Penulis : Tetsuko Kuroyanagi

Penerbit : Gramedia

Jumlah Hlm : 272 hlm

 

Ibu guru menganggap Totto-chan nakal, padahal gadis cilik itu hanya punya rasa ingin tahu yang besar. Itulah sebabnya ia gemar berdiri di depan jendela selama pelajaran berlangsung. Karena para guru sudah tak tahan lagi, akhirnya Totto-chan dikeluarkan dari sekolah.

Mama pun mendaftarkan Totto-chan ke Tomoe gakuen. Totto-chan girang sekali, di sekolah itu para murid belajar di gerbong kereta yang dijadikan kelas. Ia bisa belajar sambil menikmati pemandangan di luar gerbong dan membayangkan sedang melakukan perjalananan. Mengasyikkan sekali, kan?

Di Tomoe Gakuen, para murid juga boleh mengubah urutan pelajaran sesuai keinginan mereka. Ada yang memulai hari dengan belajar fisika, ada yang mendahulukan menggambar, ada yang ingin belajar bahasa dulu, pokoknya sesuka mereka. Karena sekolah itu begitu unik, Totto-chan pun merasa kerasan.

Walaupun sebelum menyadarinya, Totto-chan tidak hanya belajar fisika, berhitung, musik, bahasa dan lain-lain di sana. Ia juga mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang persahabatan, rasa hormat dan menghargai orang lain, serta kebebasan menjadi diri sendiri.

 

Blurb di atas hanya menceritakan sekilas tentang novel Totto-chan. Totto-chan menurut saya adalah sebuah novel nonfiksi yang sangat menginspirasi. Bercerita tentang Totto-chan dengan segala tingkahnya yang menurut kebanyakkan orang menganggapnya bocah โ€˜nakalโ€™ . Dia hanyalah bocah sederhana yang memiliki rasa penasaran dan cita-cita yang kerap berubah.

Kehidupan Totto-chan lebih berwarna begitu memasuki Tomoe Gakuen, sekolah yang didirikan oleh Sosaku Kobayashi. Di sekolah itu bocah-bocah dibebaskan mempelajari apa yang mereka suka, bukan ditekan dengan sistem pendidikan yang malah membuat mereka terbebani. Sehingga hal ini yang membuat mereka tidak ingin jam sekolah cepat berakhir.

Di novel ini saya sangat mengagumi sosok Kobayashi. Menurut saya beliau adalah tidak hanya seorang pendidik, tapi berperan dalam pengembangan karakter setiap siswa di Tomoe Gakuen. Entah harus bagaimana saya menggambarkan sosok beliau. Dia adalah pendidik, pendengar, dan teman yang baik bagi siswa-siswa di Tomoe Gakuen. Saya mengerti kenapa Totto-chan atau Tetsuko Kuroyanagi menuliskan kisah ini, karena dia sudah pasti sangat menyayangi dan mengagumi beliau.

Novel ini sederhana, yang dibalut dengan pesan luar biasa. Novel ini mengajarkan arti sebuah pendidikan yang sebenarnya, kekeluargaan, persahabatan, keberanian, cita-cita dan kenangan yang tak pernah habis untuk diputar kembali.

Mungkin segitu ajah reviewnya ^_^ kalau kebanyakkan spoiler deh! Yang penasaran baca deh. Ini novel high recommended.

Rating ? 5

Sebelum berakhir, ada beberapa kutipan yang aku tandai ketika masih membacanya.

โ€œSaat itu Totto-chan belum mengerti betapa besar artinya bagi Yasuaki-chan, yang tak pernah bisa pergi jauh, untuk bisa melihat banyak hal dengan hanya duduk di rumah.โ€ (Halaman : 84)

โ€œEntah bagaimana, kehidupan sehari-hari di Tomoe telah mengajarkan bahwa mereka tidak boleh mendorong orang yang lebih kecil atau lemah daripada mereka, bahwa bersikap tidak sopan berarti mempermalukan diri sendiri, bahwa setiap kali melewati sampah mereka harus mengambilnya dan membuangnya ke tempat sampah dan bahwa mereka tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat orang lain kesal atau terganggu.โ€ (Halaman : 95)

Ini adalah kata-kata dari Sosaku Kobayashi, โ€œKalian tidak perlu merasa harus jadi pembicara yang baik, kalian boleh berbicara tentang apa saja. Kalian boleh berbicara tentang apa yang ingin kalian lakukan. Apa saja. Tapi yang penting, mari kita coba dulu.โ€ (Halaman : 122)

โ€œBegitulah di Tomoe. Secara tak sadar, anak-anak dibiasakan memahami masalah orang lain dan berusaha membantu, tak peduli berapa pun usia mereka. Kebiasaan itu menjadi sesuatu yang wajar untuk dilakukan.โ€ (Halaman : 199)

 

Sampai jumpa direview selanjutnya ^_^